Pentas Teater "Etalase Tubuh" Karya/Sutradara Sahlan Bahuy

Etalase Tubuh bercerita tentang realitas masyarakat konsumtif,fashion,gaya hidup,spiritualitas hingga mitos dan dongeng.


Kreator: sahlan bahuy


Naskah "Etalase Tubuh" selesai ditulis akhir tahun 2012. Pada tahun yang sama Teater Lakon mementaskan karya tersebut dalam acara Invitation Teater yang diselenggarakan Federasi Teater Indonesia (FTI). Di ajang itu kami berhasil meraih penghargaan untuk kategori artistik terbaik, kostum dan make-up terbaik, dan musik terbaik. Februari 2013, "Etalase Tubuh" kembali dipentaskan di ajang Festival Teater Mahasiswa Nasional (FESTAMASIO) ke-6 di Surabaya dan berhasil menyabet beberapa penghargaan, diantaranya: pemain terbaik, penata kostum dan make-up terbaik, dan masuk ke dalam 3 group penampil terbaik. Atas prestasi-prestasi yang diraih itu, kami termotivasi untuk mementaskan kembali di beberapa kota lain dengan harapan terjadinya interaksi kultural dengan masyarakat luas lewat media teater.

Garapan kali ini sebagian besar masih dengan tim yang lama. Sedangkan yang berubah hanyalah posisi sutradara dan penata musik. Sutradara akan diambil alih langsung oleh penulis naskahnya sendiri yaitu Sahlan Bahuy dan penata musik dipercayakan pada musisi muda berbakat, Enry Johan Jaohari.

“Etalase Tubuh” berusaha menampilkan sekelumit fenomena realitas kekinian yaitu fenomena masyarakat konsumtif. Isyu kebahagiaan artifisial, kecantikan, fashion, gaya hidup, spiritualitas hingga mitos dan dongeng menjadi kompleksitas hidup yang dibiarkan hadir bertumpuk. Permasalahan-permasalahan itu hadir sekilas tanpa upaya memecahkan masalah, tanpa upaya mengejar objektifikasi kebenaran. Jika saja terjadi semacam tendensi ke dalam satu pilihan atau ideologi tertentu, itu hanyalah sebuah perayaan dalam memilih sebuah ideologi semata bukan semacam kebenaran objektif.Problematika itu hadir dalam tokoh Sura. Kehadiran tokoh Badut dan Orang Asing memunculkan impresi oposisi biner, dua ideologi yang bertentangan, guna membangun ketegangan peristiwa dalam memengaruhi tokoh Sura. Namun kedua ideologi pada masing-masing tokoh itu pada akhirnya tidak saling memaksakan kehendak demi mencapai sebuah kebenaran melainkan keduanya memberikan penghargaan pada Sura dalam memilih keanekaragaman ideologi.Panggung menjadi arena permainan ruang, waktu, dan peristiwa yang berganti dengan cepat tanpa ada sekat yang jelas antara mimpi dan realitas. Cerita pun tidak tersusun dari runutan peristiwa yang bergerak linear dan terbebas dari tuntutan kausalitas yang detail menurut logika. Konsep kostum dalam garapan ini bertema Trashion.Trashion atau Trash Fashion merujuk pada hal-hal yang dibuat dari sampah. Sampah atau sesuatu yang bisa didaur ulang dibentuk menjadir dress, gaun, blues, jas, rompi, kacamata, dll. Bahan-bahannya terbuat dari balon, plastik, bungkus rokok, koran, majalah, kain perca, wallpaper, dll. Kostum dalam garapan ini tidak hanya sekedar busana melainkan memperhitungkan fashion. Fashion tidak hanya merujuk pada satu baju/busana yang lagi trend saat ini tapi juga tentang life-style. Jadi cakupan fashion lebih luas.

SINOPSIS

Sura seorang perempuan yang terhimpit dan kesepian di tengah realitas hiruk-pikuk masyarakat konsumtif. Harapannya menjadi manusia bebas dan bahagia membawanya ke alam mimpi maupun realitas pikirannya. Sura bernostalgia dengan masa kecilnya, ayah dan dongeng-dongeng ibunya. Sura gelisah mempertanyakan sekaligus mencari arti kebahagiaan. Kemudian dalam pencariaannya, Sura bertemu dengan tokoh Badut dan Orang Asing. Badut dan Orang Asing berdebat tentang perbedaan ideologinya tentang kebahagiaan dihadapan Sura. Pada akhirnya Sura yang berhak memutuskan sendiri pilihan dan jawaban tentang kebahagiaan yang selama ini dicarinya.

 

Penggunaan Dana

Untuk finalisasi artistik dan kostum.

Biaya transportasi dan akomodasi tour 3 kota:

  • Cianjur
  • Tasikmalaya
  • Garut

 

Anggota Tim

Kerabat Produksi

Penanggung Jawab : Ketua Teater Lakon

Pimpinan Produksi : Litaniar Qonakis Iskandar

Sekretaris : Ade Irma Tripani

Bendahara : Nicol Stefani

Humas : Kenny Fahmi M.

Publikasi dan Dokumentasi: Yukeu Heryaneu

Peralatan : Rendra Wicaksono

Konsumsi : Siti Rahmawati

 

Rencana Pelaksanaan proyek

Pentas di Cianjur 1 Februari 2014

Pentas di Tasikmalaya 19 Februari 2014

Pentas di Garut 24 Februari 2014

 

Pentas Teater "Etalase Tubuh" Karya/Sutradara Sahlan Bahuy

Sutradara : Sahlan Mujtaba (Sahlan Bahuy)
 
Dunia teater digelutinya sejak tahun 2005 di Teater Lakon UPI. Beberapa kali terlibat dalam garapan teater sebagai aktor maupun sutradara. Di dunia teater beberapa kali meraih penghargaan, diantaranya: lomba baca puisi piala WS.Rendra 4 kali berturut-turut, juara 1 lomba baca puisi Chairil Anwar, sutradara terbaik dalam Festival Teater Mahasiswa Nasional ke-4 di Jakarta (2009), sutradara terbaik Festival Monolog Mahasiswa NasionaI ke-2 di Samarinda (2011), sutradara terbaik Festival Drama Bahasa Sunda Pelajar (FDBSP 2013). Ia juga aktif menulis artikel teater dan dimuat di media massa maupun elektronik.
 
Twitter: @sahlan_bahuy
Facebook: bahuysahlan@gmail.com
Blog: sahlanbahuy.wordpress.com
 
Penata Musik: Enry Johan Jaohari
 
Berprofesi sebagai music director, sound director, composer, arranger, song writer, orchestra & choir conductor, orchestra & choir instructor, musician, music theacher.
 
Alumni S-2 Pendidikan Seni Musik UPI ini beberapa kali terlibat garapan teater sebagai penata musik: The Bionarration of Disjointed Body/Emergency (Bionarasi Tubuh Terbelah), karya/Sutradara: Nandang Aradea, Produksi  Teater Studio Indonesia, meraih penghargaan The Best Performing/Winner of Emerging Artist di Festival Tokyo, Japan – 2012, Machine #2 Tak Pernah Berpikir untuk Tak Pulang karya Wildan Kurnia, sutradara Chandra Kudapawana, meraih penghargaan Penata Musik Terbaik di Festamasio (Festival Teater Mahasiswa se-Indonesia) Palembang – 2011. Machine #1 The Lost Identity karya Chandra Kudapawana, Sutradara Wildan Kurnia, Produksi Teater Lakon UPI Bandung, meraih penghargaan Penyaji/Pementasan Terbaik di KTI (Kompetisi Teater Indonesia) Surabaya – 2010. Etalase Tubuh karya/Sutradara Sahlan Bahuy/Dewi Kartika – Produksi Teater Lakon UPI Bandung, meraih penghargaan Penata Musik Terbaik di Invitasi Teater Indonesia regional Jawa Barat, Bandung – 2012, Monolog Inggit karya Ahda Imran, Sutradara Wawan Sofwan, dimainkan di beberapa tempat di Bandung dan Jakarta – 2011-2012, dll.

Project Update

komentar


No Comment on this project

Hanya yang sudah mendukung yang bisa mengirimkan komentar

Rp35.000.000 target dana

5 donatur

Rp490.000 terdata

Rp100.000 terkumpul

proyek ini akan terwujud jika target dana tercapai pada 15 September, 2013

Rewards

  • Rp20.000 - ke atas

    Ucapan terima kasih di facebook dan twitter
    4 supporter

  • Rp100.000 - ke atas

    Ucapan terima kasih di facebook, twitter, dan 1 tiket gratis
    1 supporter

  • Rp300.000 - ke atas

    Ucapan terima kasih di facebook, twitter, buku acara dan 3 tiket gratis
    0 supporter

  • Rp500.000 - ke atas

    Ucapan terima kasih di facebook, twitter, buku acara dan dapat poster dan 3 tiket gratis
    0 supporter

  • Rp1.000.000 - ke atas

    Ucapan terima kasih di facebook, twitter, buku acara, nama donatur pada poster dan dapat souvenir, poster, T-Shirt dan 3 tiket gratis
    0 supporter

  • Rp3.000.000 - ke atas

    Ucapan terima kasih di facebook, twitter, bdan dapat souvenir, poster, buku acara, 2 T-Shirt dan 5 tiket gratis. Slot iklan (bisa nama, logo perusahaan, dll) di poster dan T-Shirt.
    0 supporter

  • Rp5.000.000 - ke atas

    Ucapan terima kasih di facebook, twitter, dan dapat souvenir, poster, buku acara, 4 T-Shirt dan 10 tiket gratis. Title as Co Producer. Slot iklan (bisa nama, logo perusahaan, dll) pada buku acara, poster, baliho dan T-Shirt.
    0 supporter